Perjalanan Bisnis Tasya Souvenir (Bagian Ke-6)
Ada
pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh para orangtua atau saudara
kita bila kita telah menyelesaikan studi (baca: lulus kuliah).
Pertanyaan itu adalah, "Sekarang kamu udah kerja dimana?"
Tidak satu-dua kali saya dulu ditanyain pertanyaan seperti ini. Dan seringkali pula saya jawab asal "Masih nganggur..."
Bahkan
saat pedekate sama cewek pertanyaan-pertanyaan sejenis dan setipe ini
juga masih saja muncul dari si ortunya cewek. "Kerja dimana mas" ...
"Kerjaannya apa mas?" ... "Kantornya dimana mas?" Dan seterusnya.... Dan
seterusnya...
Yach, kalo dari kacamata saya memang
mindset para orangtua kita, terutama yang jarang ngupdate kemajuan dunia
informasi, bagi mereka "bandrol" memiliki pekerjaan tetap itu sudah
barang tentu menjadi poin plus tersendiri. Mereka ingin anaknya atau
calon menantunya memiliki pekerjaan tetap yang ujung-ujungnya adalah
diharapkan juga pada adanya penghasilan tetap setiap bulan.
Apakah Anda menyadari hal ini? Saya yakin pasti jawabannya IYA.
Para
orangtua pasti ingin mendapat calon menantu yang memiliki pekerjaan
tetap, penghasilan tetap, bahkan bila perlu ada label "PNS" karena nanti
ada jaminan pensiun setelah purna tugas..! Bila perlu lagi pekerjaannya
bergaji besar serta dari perusahaan yang mentereng....
Bagi
yang tidak memiliki "label-label" seperti yang saya sebutkan diatas
tadi, pasti bingung akan jawaban-jawabannya. Meskipun Anda memiliki
bisnis sendiri, kebanyakan orangtua masih saja lebih memilih mereka yang
'berpenghasilan tetap'.
Yang lebih ekstrem mungkin bisa
jadi terlontar pertanyaan, "Kalo tidak punya pekerjaan tetap, anakku mau
dikasih makan apa?" Hahahahaha......
-------
PENGHASILAN TETAP
Saya
memiliki mentor bisnis yang hebat. Dia dulu pegawai di salah satu
perusahaan otomotif yang besar di Indonesia. Namun sekarang dia udah
balik kampung, membangun bisnisnya sendiri yang kebetulan lokasi
kantornya sekarang dekat dengan rumah saya.
Sebut saja
beliau ini Mr.M. Dari Mister M ini saya pernah diajari rumus sederhana,
bagaimana menghitung penghasilan/gaji seorang karyawan. Bila diketahui
jumlah gaji saat ini, jumlah masa kerja yang telah dijalani, tingkat
jenjang karir yang bakal ditempuh, usia pensiun, serta tren nilai
inflasi ternyata gaji seseorang sudah bisa diprediksikan dari
sekarang..!! Bahkan gaji saat mereka akan pensiun bisa dihitung dari
sekarang..!!
Kata-kata anekdot dari Mister M yang saya ingat adalah, "Pegawai
atau karyawan itu memang memiliki penghasilan tetap. Tapi TETAP
KECIIIIILL....!". "Kalaupun ada kenaikan gaji, nilai uangnya tentu masih
kalah sama nilai inflasi. Kelihatannya aja nominal uangnya naik, tapi
harga-harga juga naik lebih banyak..!"
Saya
renungkan ternyata memang betul apa yang dikatakan sama Mister M ini.
Seringkali adanya berita kenaikan gaji di media massa, sudah pasti
direspon dengan adanya kenaikan harga-harga barang kebutuhan. Dan
kenaikan harga kebutuhan ini jauh lebih tinggi dari kenaikan gaji.
-------
TETAP BERPENGHASILAN
Lalu
bagaimana kalo dari sisi orang berbisnis? Menurut Mister M itu, kalo
pengusaha ya enak saja. Kalo pengen naikin penghasilan ya enak saja.
Bisa nambah buka cabang usaha atau resellernya, naikin harga/margin
keuntungannya, mendiversifikasi produk yang dijual jadi lebih banyak,
dan lain-lain.
Dikemudian hari, apa yang dikatakan Mister M itu ternyata memang benar. Dalam buku Make Million Marketing-nya Roger Konopasek serta buku Instant Cashflow-nya Brad Sugars saya seperti mendengarkan kembali kata-kata dari Mister M.
Jadi sekarang sudah tidak jamannya berpenghasilan tetap.
Kalo bisa ciptakan banyak saluran penghasilan..! Dalam bahasanya Mr.TDW adalah menciptakan "MULTIPLE STREAMS OF INCOME"
Sekarang jaman sudah maju...
Kantor bisa di dunia maya...
Order bisa lewat email...
Jualan tidak harus punya produk sendiri...
Karyawan bisa di outsourcing...
Penghasilan bisa kita ciptakan sendiri...
Transaksi cukup lewat sms banking...
dan seterusnya....dan seterusnya....
Makin
panas kuping ini kalo ngobrol dengan Mister M. Dan berkat dia pula,
saya jadi lebih percaya diri walaupun saya tidak seorang
pegawai/karyawan yang berpenghasilan tetap. Namun selalu katakan : "Saya
TETAP BERPENGHASILAN...!!"
------
Jadi point pentingnya adalah...
- Bukan pada masalah kita memiliki pekerjaan tetap atau bukan..
- Bukan pula pada memiliki penghasilan tetap atau bukan...
- Bukan juga pada "bandrol" label PNS atau bukan...
- Bukan juga pada ada jaminan pensiun atau bukan...
Karena kita bisa merubah mindset pada diri kita, yaitu..
- Selalu ada pekerjaan/job buat kita. Mengerjakan ORDER itu juga sebuah pekerjaan, bukan?
- Selalu tetap berpenghasilan buat kita. Setiap ada order, ujung-ujungnya pasti menjadi penghasilan kita, kan?
- PNS bukan satu-satunya jalan aman. Bila ada program pensiun dini dan anda masuk program itu, gimana hayoo? Atau tahu-tahu kesangkut kasus keuangan kantor dan berujung di BUI gimana hayoo? Yang lebih penting adalah kecerdasan finansial kita dalam mengelola penghasilan yang diterima.
- Pensiun itu bisa dirancang sendiri. Bila tidak percaya, silakan hubungi Asuransi yang Anda kenal. Karena sesungguhnya pensiun itu juga adalah program asuransi, hehehe...
Jadi sekarang terserah Anda. Mau berpenghasilan tetap, atau pilih tetap berpenghasilan. Hidup Anda ada ditangan Anda..!
Semoga Bermanfaat.
Salam Souvenir,
Klaten 25 Februari 2012
Hatta N Adhy PK,ST
Owner dan Founder
www.tasya-souvenir.com | Souvenir Specialist..!
www.boneka-souvenir.com | Spesialis Souvenir Boneka Adat
www.sandalklumut.com | Aneka Sandal Karakter Lucu Unik
www.hiasan-natal.com | Bisnis Hiasan Pohon Natal
www.souvenirpernikahanmurahku.com | Referensi Blog Dunia Souvenir
The HATTA Institute | Belajar Bisnis Online-Entrepreneurship-Motivasi
HP. 0856 2827 893 | 0852 2803 8000
Koleksi Souvenir Pernikahan & Undangan Pernikahan
Terkenal LENGKAP dan MURAH















